Kamis, 28 April 2011
Ajaran Sesat Rasul Baru Al Qiyadah Al Islamiyyah
Ajaran Sesat Rasul Baru Al Qiyadah Al Islamiyyah
Al Ustadz Abu Faruq Ayip Syafruddin
“Aku Al-Masih Al-Maw’ud menjadi syahid Allah bagi kalian, orang-orang yang mengimaniku, dan aku telah menjelaskan kepada kalian tentang sunnah-Nya dan rencana-rencana-Nya di dalam hidup dan kehidupan ini sehingga dengan memahami sunnah dan rencana-rencana-Nya itu kalian dapat berjalan dengan pasti di bawah bimbingan-Nya."
“Dan aku juga memerintahkan kepada katib agar mempersiapkan sebuah acara di Ummul Qura’ bagi para sahabat untuk menjadi syahid bagi kerasulan Al-Masih Al-Maw’ud, tetapi katib mengusulkan agar acaranya diadakan di Gunung Bunder saja, akupun menyetujuinya, di malam yang ketigapuluh tiga, tiga hari menjelang empat puluh hari aku bertahannuts, kembali aku bermimpi, di dalam mimpi itu aku sedang dilantik atau diangkat menjadi rasul Allah disaksikan para sahabat.” (hal 182)
Kisah di atas dikutip dari buku “Ruhul Qudus yang Turun Kepada Al-Masih Al-Maw’ud” edisi pertama Februari 2007, diberi kata pengantar tertanggal Gunung Bunder, 10 Februari 2007 oleh Michael Muhdats.
Buku tersebut merupakan firman Allah atau ruhul qudus yang diturunkan kepada rasul-Nya. Sebagaimana dinyatakan dalam kata pengantarnya, “Buku yang ada di hadapan saudara ini merupakan firman Allah atau ruhul qudus yang diturunkan kepada rasul-Nya, sehingga isinya tidak perlu kami komentari lagi, agar kesuciannya tidak tercampur atau terpengaruh oleh pendapat kami pribadi.”
Buku tersebut beredar secara khusus di kalangan pengikut Al-Qiyadah Al-Islamiyyah. Sebuah kelompok yang memiliki pemahaman bahwa telah ada seorang rasul yang diutus Allah ke muka bumi pada saat sekarang ini. Pelantikan rasul ini terjadi pada tanggal 23 Juli 2006 di Gunung Bunder (Bogor-Jawa Barat).
Banyak dari kalangan kaum muslimin yang termakan gerakan kelompok ini. Di Yogyakarta, gerakan kelompok ini mulai merambah kalangan kampus dan meresahkan masyarakat. Model gerakannya senyap, tersembunyi, dan berkembang melalui rekrutmen dengan menggunakan pola sistem sel.
Selain meyakini adanya rasul Allah pada masa sekarang ini, yang mereka sebut Al-Masih Al-Maw’ud, mereka pun berkeyakinan bahwa shalat (dikerjakan) hanya pada waktu malam saja. Tidak ada shalat lima waktu sebagaimana kewajiban yang ditunaikan kaum muslimin umumnya. Mereka pun menganggap musyrik orang yang tidak sepaham dengan mereka.
Lafazh syhadatain mereka berbeda dengan yang diucapkan dan diyakini kaum muslimin. Seperti termuat dalam buku di atas, lafazh syahadatain kelompok Al-Qiyadah Al-Islamiyyah ini berbunyi, “Aku bersaksi bahwa tiada yang hak untuk diibadahi kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa anda Al-Masih Al-Maw’ud adalah utusan Allah”. (hal 191)
Bila seseorang melakukan ibadah tanpa mengikuti rasul setelah Muhammad, yaitu Al-Masih Al-Maw’ud, maka tidak akan diterima ibadahnya. (hal 175)
Keyakinan mereka, bahwa Islam sekarang sudah tidak sempurna lagi. Menurut mereka, Islam yang sempurna adalah Islam yang sudah menzhahirkan dirinya dalam tiga syarat, yaitu hukumnya sudah lengkap, struktur kekuasaan ummatnya sudah ada, serta daar atau negerinya jatuh ke tangan ummat. (hal 166)
Karena itulah, pada tahap pertama programnya adalah pembinaan iman atau aqidah yang fokusnya memberikan peringatan kepada manusia tentang kebangkitan kembali Islam, dan memberi hiburan bagi orang-orang yang mau bertaubat dan menerima kehadirannya, bahwa mereka akan diampuni…” (hal 174)
Al-Masih Al-Maw’ud menyatakan bahwa dirinya banyak menerima wahyu dari Allah saat bertahannuts di Gunung Bunder. Dan kepada para pengikutnya ditekankan agar bersaksi bahwa semua itu adalah kebenaran yang datang dari Allah melaui rasul-Nya. (hal 184)
Namun demikian, apa yang diajarkan oleh kelompok Al-Qiyadah Al-Islamiyyah ini, ternyata tidak semata mengutip ayat-ayat Al-Quran saja. Mereka juga mengajarkan juga paham-paham Kristen, bahkan banyak mengutip dan mendasarkan ajarannya pada Al-Kitab (Injil). Mereka berpemahaman bahwa ajaran yang dibawa Moses, Yesus, dan Ahmad (Nabi Muhammad-penulis) adalah sama karena memiliki sumber ajaran yang sama pula (dari Allah), bahkan kata mereka, di dalam Islam ada konsep trinitas sebagaimana dalam ajaran Kristen.
Demikianlah, mereka mencampuradukkan ajaran. Banyak lagi ajaran-ajaran yang mereka tanamkan kepada para pengikutnya dengan memberikan pemahaman yang menyesatkan. Mereka tidak segan-segan menyatakan, “Sebetulnya ajaran Yesus sama dengan ajaran Islam.”
Melalui tulisan ini, dihimbau kepada kaum muslimin untuk mewaspadai gerakan kelompok ini. Gerakannya masih terselubung menjadikan berbagai pihak menemui kesulitan untuk memantau secara seksama.
Masalah penyebaran paham gerakan ini tidak bisa dianggap sepele sehingga menjadikan kaum muslimin bersikap pasif. Namun, hendaknya berbagai kalangan menyerukan (agar waspada) terhadap kesesatan yang ada, sebagaimana disebutkan di muka, untuk ditangkal. Masyarakat diminta untuk mewaspadai dan jangan sampai terjebak mengikuti pemahaman sesat ini.
TASAWUF / SUFI sering dinilai oleh masyarakat, sebagai ajaran sesat , Pada hal TASAWUF yang Murni tidaklah Begitu... sekarang banyak pemahaman sesat yang mengatasnamakan Ajaran TASAWUF . Oleh sebab kita harus super hati~hati , dan jangan kita terjebak dengan ajaran sesat yang berselindung disebalik nama TASAWUF atau SUFI
Ajaran sesat yang berselindung dibalik nama TASAWUF ini bukan pada hari ini saja timbul, malah sudah timbul sebelum Imam Al-Ghazali ada. agama Islam tersebar luas keseluruh pelosok dunia dan bukan sahaja disekitar negara arab sja malah mencakupi disebelah Rom dan Parsi. Kesan daripada itu berbagai kesan budaya telah menyerap masuk kedalam Islam. Hasil daripada itu juga fahaman yang berasal dari budaya lain telah menyerap masuk kedalam masyarakt Islam. Kesempatan inilah yang telah diambil oleh musuh Islam untuk merosakkan Islam dengan orang Islam sendiri
.
Dalam kitab “Tuhfah Al-Raghibin Fi Bayan Haqiqatu Iman Al-Mu’minin” oleh ‘Alim Al-Fadhil Muhmammad Arshad telah menyatakan terdapat tiga belas golongan fahaman salah yang berselindung disebalik nama sufi atau ahli TASAWUF. Golongan ini layak digelar sebagai kafir atau fasiq. Kerana ajaran-ajaran mereka bertentangan dengan ajaran Islam yang berpandukan Al-Quran dan sunnah Rasulullah s.a.w. Golongan tersebut ialah:
1) HABBIBIYYAH....
Ciri~ciri golongan ini ialah:
~Apabila seseorang itu telah sampai kepada martabat kasih kepada Allah, maka terlepas dari taklif syara’. Segala yang haram menjadi halal bagi mereka.
~Fardhu sembahyang, puasa dan sebagainya adalah harus bagi mereka untuk mengerjakannya atau tidak.
~Golongan mereka tidak perlu menutup aurat.
~Apabila samapi ketahap yang paling tinggi sekali kasih kepada Allah segala dosa besar seperti zina, minum arak dan sebagainya boleh mereka lakukan dan tidak mendapat azab daripada Allah.
~Segala ibadat zahir tidak perlu mereka lakukan dan mereka hanya perlu bertafakkur sahaja untuk beribadat.
~Harus bagi mereka untuk bersetubuh dengan segala perempuan.
~Segala harta didunia ini adalah milik anak Adam. Dan kita semua adalah dari keturunan anak Adam, jadi kita berhak segala harta yang berada di muka bumi ini.
2) AULIYAIYYAH,....
Ciri~ciri golongan ini ialah:
Apabila seseorang itu sampai kepada darjat wilayah, terlepas mereka daripada segala suruhan dan larangan dan martabat wali lebih mulia dari martabat nabi.
3) THAMRAKHIYYAH....
Ciri~ciri Golongan Ini....
Golongan ini antara lain, iktiqad mereka ialah tidak lagi terikat dengan suruhan dan larangan Allah. Golongan ini mengharuskan menyanyi dan segala alat muzik. Mereka diharuskan untuk berzina dan sebagainya.
Golongan ini diasaskan oleh Abdullah Thamrakhiyyah.
4) IBAHIYYAH..........
Ciri~ciri mereka ialah:
~Kita tidak perlu melakukan kerja-kerja menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran kerana kita sendiri tidak mampu melakukan kerja-kerja tersebut apalgi untuk menyeru orang lain.
~Golongan ini mengharuskan zina dan tidak berdosa.
5) HALIYAH..........
Ciri~ciri golongan ini ialah:
Diharuskan menari dan bertepuk tangan sambil menyanyi sehingga pengsan.
Kata mereka bahawa “Sheikh kami berada dalam suatu hal”.
6) HURIYYAH
Ciri~ciri golongan ini ..
hampir sama dengan golongan Haliyah, cuma mereka menambah semasa kami pengsan ketika menyanyi, kami didatangi oleh bidadari daripada syurga lalu kami jima’ dengan mereka dan setelah sedar kami mandi junub.
7) WAQI'IYYAH.....
Ciri~ciri golongan ini ialah
bahwa kita tidak perlu kenal Allah Taala. Ini kerana kita ini lemah lagi seorang hamba. Jadi kita tidak perlu mengenal Allah lagi.
8) MUTAJAHILIYYAH / MUTAHALIYYAH....
.
Golongan ini memakai pakaian-pakaian yang elok dan melakukan pekerjaan fasiq. Antara lain kesesatan mereka adalah : Kami tidak dapat lari dari melakukan zina.
9) MUTAKASILAH..........
Golongan ini malas bekerja. Kerja mereka hanyalah meminta-minta daripada orang ramai samada atas nama zakat atau sedekah.
10) ILHAMIYYAH......
Ciri~ciri golongan ini sama seperti al-Dahriyyah. Golongan ini enggan belajar dan membaca Al-Quran. Pada pandangan mereka, Al-Quran itu hanya merupakan hijab untuk mengenal Allah. Kerana itu mereka hanya mempelajari syair-syair dan kata hikmah saja sebagai tarikat mereka.
11) HULULIYYAH....
Ciri~ciri golongan ini ialah:
~Bahawa setiap makhluk bersatu dengan Allah Taala.
~Harus kita memandang kepada perempuan yang cantik dan boleh menari dan memeluknya. Kerana sifat cantik itu adalah sifat Allah yang dianugerahkan kepada kita semua.
~Apabila seseorang itu sunyi dari hawa nafsu dan ikhlas kepada Allah, maka gugurlah segala amal syariat. Segala ibadah seperti sembahyang, puasa, zakat dan sebagainya.
12) KAUM WUJUDIYYAH.......
Ciri~ciri golongan ini berdasarkan kepada tafsir kalimah “La Ilaha IllaLlah” iaitu:
Tidak ujud melainkan ujud Allah. Dan pandangan mereka lagi bahawa tidak maujud melainkan dalam kandungan ujud segala makhluk. Iaitu setiap makhluk terdapat ujud Allah. Allah dan makhluk adalah dari satu jenis dan sebangsa. Golongan ini juga beriktiqad bahawa tuhan bertempat dan tertakluk kepada masa.
13) MUJASSIMAH.....
Ciri~ciri golongan ini ialah:
~Allah mempunyai anggota seperti tangan, kaki, berdaging dan sebagainya.
~Allah Taala itu berupa tetapi tidak tahu bagaimana rupanya.
~ Allah Taala bergerak naik atau turun. Dan tempat kediaman Allah Taala ialah diatas ‘Arash.
Itulah antara fahaman-fahaman yang tersebar dikalangan umat Islam semenjak dahulu. Fahaman-fahaman ini tersebar dari satu generasi ke satu generasi sehinggalah sampai kehari ini. Fahaman ini mendapat pengaruh bukan sahaja masyarakat Islam di indonesia tetapi juga umat Islam di seluruh dunia. Oleh itu kita janganlah terpengaruh dengan ajaran-ajaran yang diragukan kesahihannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar